(0556)2027752
Disnakertans.nunukan@gmail.com
Disnakertrans Kabupaten Nunukan
Disnakertrans | Berita Lengkap
blog-img
08/12/2020

Data Pengangguran di Nunukan Simpang Siur

Admin | Daerah

NUNUKAN, – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan, kesulitan melakukan pendataan angka pasti pengangguran di Kabupaten Nunukan. Hal ini disebabkan pemohon kartu kuning tidak tertib melapor.

Kartu kuning yang diterbitkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi merupakan kartu tanda pencari kerja yang sering disebut sebagai kartu AK1. Kartu ini berisi beberapa informasi mengenai pemilik, seperti nama, nomor induk kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP, data kelulusan, hingga sekolah maupun universitas tempat pencari kerja mendapatkan gelarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan,  Munir mengatakan, masih banyak pemohon kartu kuning, tidak tertib melapor setelah mendapatkan pekerjaan. Akibat dari tidak tertibnya melapor, Dinas Tenaga Kerja akan kesulitan untuk mendeteksi dan mendata pencari kerja yang telah berhasil mendapat pekerjaan maupun yang belum.

 

Padahal, data laporan pencari kerja menjadi sangat penting untuk mengetahui tingkat pengangguran di Nunukan.

Manfaat dari kartu kuning, selain sebagai salah satu syarat untuk memenuhi persyaratan lamaran pekerjaan, juga sebagai barometer untuk melihat angkatan kerja yang belum masuk dalam  pekerja swasta atau negeri. Dengan mereka mengembalikan kartu kuning atau tertib melapor, pemerintah bisa mengetahui angka pasti,  berapa yang belum dan sudah bekerja.

“Sekarang permasalahannya, kartu kuning tidak dikembalikan, tidak melapor, namun mereka sudah bekerja sehingga data (angkatan kerja dan pengangguran) yang ada simpang siur,” jelas Munir saat ditemui di kantornya, Rabu (29/1/2020).

Sementara itu, Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan, Daniel Seru menambahkan, dalam tiga tahun terakhir, jumlah pemohon kartu kuning mengalami penurunan.

Tahun 2017, ada 1041 pemohon, rinciannya laki – laki 969 orang dan perempuan 345 orang. Tahun 2018, pemohon berjumlah 483 orang dengan rincian laki – laki 295 orang dan perempuan 188 orang. Sedangkan tahun 2019, pemohon berjumlah 239 orang dengan rincian laki-laki 150 orang dan perempuan 89 orang.

Sedangkan untuk usia, tertinggi umur 25 – 29 tahun, kemudian umur 30 – 34 dan 20 – 24 tahun. Dari sisi pendidikan,  terbanyak itu adalah lulusan S1, kemudian Diploma dan SMA sederajat. (*)

Sumber : Koran Kaltara.

Bagikan :
  Facebook  |  Google  |  Twitter  |  Email

Kategori

Populer